analisa kekuatan sepakbola jerman terkini oleh kaskuser subaru18

Ya memang ga bisa dipungkiri bahwa kondisi sepakbola Jerman saat ini sedang menurun dibandingkan sejarah gemilang mereka dgn 3 gelar WC dan 3 gelar Euro. Tp yg perlu diperhatikan adalah program yg dikembangkan oleh DFB dan dijalankan oleh klub2 Bundes utk meningkatkan kembali kualitas pemain Jerman dan nantinya berdampak pada timnas Jerman itu sendiri. Tentu hal ini ga bisa langsung memberikan (mis: dalam 1-2 tahun) hasil positif terlebih dgn jatuhnya reputasi sepakbola Jerman ke titik terendah saat tdk bisa lolos dari grup Euro 2004 (bahkan hanya seri dgn Latvia). Semua butuh waktu, dan ini termasuk di dunia sepak bola modern saat ini dimana negara2 lain juga tdk berdiam diri.

Yg membuat gw optimis lg terhadap perkembangan sepakbola Jerman adalah progam2 DFB mulai memperlihatkan hasil yg positif, (sebagaimana bung katakan) sejak 2009 mulai kelihatan ada perbaikan Bremen finalis EL, BM finalis UCL, Hamburg semifinalis EL, skrg SO4 semifinalis UCL. Di sisi timnas Jerman bangkit di 2006 stlh terpuruk di 2004, bahkan di Euro 2008 saat semua org lbh menjagokan Italia dan Belanda, malah Jerman yg muncul di final Euro. Dan tentu yg patut diperhatikan adalah keberhasilan Jerman menembus semifinal dan menjadi juara 3 WC 2010. Knp hrs diperhatikan, krn hal2 sbb:
1. Timnas Jerman dalam masa peralihan dari generasi Euro 2008 ke generasi 2010 yg lbh muda. Pemain2 seperti Frings, Metzelder, Fritz, Lehmann dan Ballack (walau lbh krn cedera tetap pada faktanya peran dia sudah digantikan di WC 2010) digantikan dgn pemain2 muda (yg baru saja menjadi juara Euro U21) spt Neuer, Ozil, J. Boateng, Khedira dan Muller, yg mana kebanyakan dari mereka msh minim jam terbang di timnas senior. Dan ternyata hasilnya tdk terlalu mengecewakan, para pemain muda ini bisa bermain dgn baik, kompak dan tdk terlihat demam panggung yg mana ditakutkan sebagian besar fans dan pengamat;
2. Jerman mengubah formasi dan pola permainan. Pola 4-4-2 yg digunakan pada 2006 dan 08 ditinggalkan, dan dimodifikasi menjadi 4-2-3-1. Pola yg sukses diterapkan oleh Bayern dalam musim 09/10, diterapkan oleh Loew. Dgn pola ini Jerman mempunyai keuntungan dalam bertahan (2 DMC) dan fleksibel berubah menjadi mematikan saat melakukan counter attack, dgn 3 attacking midfield, plus kemampuan Ozil sbg fantasista dan pergerakan Muller yg tdk statis sehingga bisa membuka ruang kosong utk pemain lainnya;
3. Ini mungkin salah satu perubahan yg paling bisa dilihat scr kasat mata (bahkan oleh fans timnas lain): Jerman bisa bermain lbh atraktif, tdk lg kaku dan monoton. Walau msh mengandalkan kekuatan serangan dari sisi sayap, namun Jerman yg skrg bisa lbh kreatif dalam membongkar pertahanan lawan, pergerakan pemain, kemampuan dribble pemain2 Jerman lbh baik dari tahun2 sebelumnya (jgn disamakan dgn generasi emas ya, gw membandingkannya dgn era 98-2008). Kemampuan dribble khususnya krn Jerman biasanya kering pemain dgn kemampuan spt ini, terakhir gw inget hanya Deisler, School dan Scheider yg ok soal ini. Skrg kita bisa melihat Basti, Ozil, Kroos, Muller, Marin, Trochowski.

Soal mulai runtuhnya kejayaan Seri A, sebetulnya itu bukan keberuntungan Jerman tp itu adalah dampak dari bobroknya pengelolaan sepakbola Italia itu sendiri. Dampaknya bisa diliat sendiri dari hancurnya penampilan Italia di WC 2010, proses regenerasi yg berjalan lambat. Italia mengalami apa yg Jerman alami pada era 98-2006. Cuma bedanya memang dari sisi klub, msh ada klub2 Italia yg berjaya di UCL. Tp itu semua juga mulai berhenti di kompetisi Eropa tahun ini, Italia bahkan tidak bisa mengirimkan wakilnya ke semifinal UCL, begitu juga di EL. Perlahan prestasi klub2 Italia juga mulai merosot, nama besar klub2 spt AC Milan, Inter Milan, dan Juventus (ini bahkan blm berhasil jg menembus UCL) juga akan ikut memudar jika FIGC tdk segera melakukan perubahan dan menerapkan peraturan2 baru.

Mengenai kebijakan transfer tdk terlepas dari aturan ketat finasial klub2 Bundes. Hanya sedikit klub Bundes yg berani jor2an (jor2annya juga msh kalah ama klub2 BPL dan La Liga, Seri A mulai mengendur dalam kontes jor2an transfer, mungkin hanya Bayern yg selalu bisa jor2an di bursa transfer). Jd tdk aneh jika mereka hanya melakukan kebijakan transfer sbgmana yg bung paparkan, toh hasilnya juga tdk terlalu buruk (hanya gw paparkan yg dampak di kompetisi Eropa):
– Bayern bisa menembus final UCL tdk terlepas dari peran Robben yg disia2kan oleh RM;
– Schalke bisa menembus semifinal UCL tdk terlepas dari peran Raul yg (juga) disia2kan oleh RM. Plus peran pemain2 spt Uchida, Edu, Matip, Papadopoulos, Jurado yg saat ini statusnya msh bukan pemain beken.

Memang blm ada gelar juara dgn kehadiran mereka, tp bukan tdk mungkin melihat perkembangan yg ada, klub2 Bundes dalam 3-4 tahun ke depan (dgn matangnya beberapa pemain muda mereka) bisa meraih kembali gelar juara UCL ataupun EL.

Keliatannya saat ini sepakbola Jerman sdh terlalu berharap dgn pola Libero lg, walau mungkin Hummels adalah salah satu pemain yg mempunyai bakat utk jd Libero, bagus dalam bertahan, pintar dalam mengalirkan bola, dan mampu (tahu kapan) maju ke depan membantu serangan tanpa harus menelantarkan pertahanan. Dgn formasi 4-2-3-1 d timnas peran Libero mulai ditinggalkan.

Di Euro 08 duetnya Frings-Ballack, Rolfes ga masuk tim krn cedera (klo ga salah, dan sangat gw sesalkan krn dia bagus bgt sbg DMC). Kegagalan di Euro 08 lbh karena Jerman tdk mempunyai pemain kreatif spt Ozil dan pemain yg mobile dalam membuka ruang spt Muller, plus pergerakan Poldi-Klose statis, Jerman lbh mengandalkan serangan dari sayap yg mudah dipatahkan oleh Spain. Ballack sendiri tdk bebas membantu serangan krn hrs mengawasi pergerakan lini tengah Spain. Sbtlnya keadaan ini sama spt saat Jerman menghadapi Italia di WC 2006, Jerman menghadapi tembok yg sama saat menghadapi Spain, yaitu pemain2 berpengalaman dan disiplin dalam bertahan.

Kekurangan inilah yg diperbaiki oleh Loew di WC 2010 dgn memasukan pemain2 spt Ozil, Marin, dan Muller. Pemain2 yg sama pintar mencari posisi, dpt bermain sama baiknya baik di tengah maupun di sayap (Ozil slm WC 2010 posisinya tdk statis di tengah, kadang di sayap kiri atau kanan). Dan merubah formasi Jerman menjadi 4-2-3-1 yg lbh memungkinkan pergerakan dinamis dalam membongkar pertahanan lawan dan maut saat counter attack (sebagian besar gol Jerman d WC 2010 adalah hasil counter attack cepat).
Sedangkan utk Gomez gw no comment krn memang saat itu dia flop baik di Euro 08 dan WC 10. Mudh2an dgn membaiknya penampilan dia di Bayern (top skor sementara Bundesliga dan 8 gol di UCL) musim ini bisa membuat Jerman tdk lg bergantung dgn Klose yg kemungkinan besar tdk bisa diharapkan di Euro 12.

Pas WC 2010 duet sakti yg menjanjikan ini bubar krn cedera, diganti contingency plan Khedira-Schweini
(Kebetulan saat itu Schweini dipaksa Van Gaal main jd deep playmaker, jd dicobalah strategi ini sama si Loew)
awal2 gak konsisten tapi setelah lawan Inggris makin solid taktik ini
sayang gagal lawan Spanyol krn
1. Taktik ini kebaca sama Del Bosque yg lebih pengalaman
2. Loew gak punya Plan B, gitu taktik ini KO malah bingung sendiri
3. Duet sakti Jerman ngga sesakti Trio Spanyol [Busquet (DMF), Xabi (Deep playmaker yg menjaga arus bola dari Busquet ke Xavi), Xavi (Deep playmaker yg fokus mengatur serangan)]
4. Duet sakti Jerman ini dipaksakan (deep playmaker bukan posisi original Schweini, Khedira bukan tukang jagal yg hebat macam Essien, dll)

Setuju ama analisa bung khususnya no 1 dan 2. Namun utk no 3 dan 4 saya tdk sependapat:
1. Duet Basti – Khedira memang tdk bisa lgsg dibandingkan dengan trio MC Spain, krn duet Xavi dan Alonso sudah terbentuk sejak Euro 08 dan pergantian dari Senna ke Busquet tdk terlalu berarti krn peran yg sama dan selain itu Busquet sudah terbiasa bermain dgn Xavi di Barca, jd penyesuaian pergerakan, kerjasama dan taktik diantaranya ketiganya tdk terlalu sulit dibandingkan duet Basti dan Khedira yg baru terbentuk 1 bulan menjelang WC 2010 (Ballack cedera Mei).
2. Deep Playmaker memang bukan posisi original terbaik Basti krn selama ini dia bermain sebagai sayap baik di klub maupun timnas. Tp di posisi deep playmaker adalah posisi ideal dia, dimana ia bisa lbh menunjukkan peran dan potensinya. Ingat Basti punya peran besar mengantar Bayern double winner dan runner up di musim pertamanya berperan sbg DMC. Sepanjang musim itu Bayern selalu bisa memegang kendali permainan dan sokongan bola dari lini tengah ke depan selalu dapat terjaga. Tentu ada alasan khusus knp Fergie dan JM ngebet utk merekrutnya (bahkan stlh pertandingan persahabatan dgn RM di awal musim ini, JM bilang ke Basti bahwa musim depan ia akan menjadi miliknya http://cangkang.vivanews.com/timnas/…ho-naksir-saya). Iya memang skill Basti blm spt Xavi dan Pirlo yg sudah mendunia sbg deep playmaker, tp jgn lupa juga baik Xavi dan Pirlo meraih gelar pemain terbaik sbg deep playmaker setelah usia 25 thn. Xavi baru menonjol semenjak Guardiola mengambil kursi kepelatihan Barca, dan persis sblm itu kendali permainan Barca dipegang Deco, namun memang hebatnya stlh itu gelar mengalir ke dia baik di klub maupun timnas. Begitu juga Pirlo yg dulu berperan sbg fantasista sblm dirubah oleh Carlo menjadi Deep Playmaker. Jd tdk ada masalah dgn Basti bermain sbg deep playmaker krn disitulah ia mampu menunjukkan potensi besarnya (lagian Basti ga cukup cepat larinya utk ukuran sayap);

3. Khedira memang bukan tukang jagal spt Jeremies, Frings ataupun Rolfes. Tp dia punya kemampuan yg mendukung pola 4-2-3-1 Loew (dan juga RM versi JM), yaitu Stamina, postur tubuh dalam pertahanan udara, Penempatan Posisi, Zonal Marking, Membaca permainan utk intercept bola dan utk mengetahui kpn harus maju menyerang (Khedira lbh sering maju membantu penyerangan baik itu di Jerman maupun di RM, Basti dan Alonso bertugas lbh ke belakang dia), dan minimalis dalam menimbulkan foul dalam perebutan bola (tekel bersih). Kemampuan terakhir dia adalah salah satu yg terpenting mengingat timnas Jerman di WC 2010 mengandalkan counter attack, merebut bola tanpa menimbulkan foul adalah faktor utama dalam kesuksesan serangan balik. Bisa dibilang Khedira lbh spt Hamann sbg DMC, sayang kemampuan shootingnya msh di bawah Hamann.

Ya gw juga menyesalkan LVG terlalu sering bongkar pasang duet DC dan terlalu berani memainkan pemain di bukan posisi idealnya, pdhal tdk semuanya bisa sukses di posisi baru (cth: Tymo). Gustavo jg ga terlalu bagus di DC krn dia emang lbh cocok sbg DMC (pertandingan lawan Inter Milan menunjukkan hal tsb). Sedangkan Kroos jg dipaksakan dgn Basti, pdhal keduanya setipe dan menurut gw harusnya Kroos berada di belakang striker krn kemampuan umpannya dan shooting jarak jauhnya. Cabutnya Bommel di tengah musim jg bukan hal yg bijak

Mungkin skrg hanya tinggal Ottmar dan Jupp yg termasuk pelatih berkualitas dan berpengalaman baik di Bundes maupun di level Eropa. Soal Rangnick terlalu dini utk memberi cth dia adalah pelatih yg buruk. Ingat Hoffe dibawa dia promosi ke divisi utama dan semenjak itu trs stabil bertahan di divisi utama, utk klub kecil spt Hoffe tentu ini tdk lepas dari peran strategi Rangnick. Kekalahan dari MU mnrt gw lbh krn masih hijaunya Rangnick di level Eropa, kesuksesan saat melawan Inter dicoba saat melawan MU yg tentunya berbeda gaya main dan strateginya plus dilatih oleh pelatih berpengalaman. Jd ga heran klo Schalke mati kutu. Mudh2an di leg ke2 dia bisa menemukan startegi yg lbh baik dan cocok utk menghadapi MU.

Puasa gelar Jerman dan klub2nya dalam 10 thn terakhir emang tdk menyenangkan tp bukan berarti harus terus menerus dihina gurem. Ingat Jerman dan sepakbolanya msh menunjukkan klo mereka bisa bangkit dari keterpurukan (walau blm menjadi juara).

Iklan

2 comments on “analisa kekuatan sepakbola jerman terkini oleh kaskuser subaru18

  1. sesuai dengan julukan jerman…”DER PANZER” bakal banyak gelar diraih ma klub atau timnasnya…..tapi butuh proses yang panjang…lambat tapi pasti

silahkan komen gratis!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s