Profil Bastian Schweinsteiger

Bastian Schweinsteiger baru saja merayakan ulang tahun ke-26, tapi kariernya baru dimulai. Sejak mengawali penampilan bersama Bayern Muenchen pada 2002 silam hingga awal musim 2009/10, Schweinsteiger bersaing ketat meraih tempat di lini tengah tim dan harus mengalah dengan bermain sebagai pemain sayap. Tak terlalu cepat berlari dan tak memiliki insting mencetak gol yang tajam, Schweinsteiger tak pernah benar-benar bersinar.

Sepeninggal Stefan Effenberg, Jens Jeremies, Michael Ballack, Owen Hargreaves, dan Ze Roberto, akhirnya Bayern memberikan kesempatan kepada Schweinsteiger untuk tampil di lini tengah, posisi yang dimainkannya semasa menjadi pemain yunior. Kemampuan sang pemain dengan cepat membuat pelatih Louis van Gaal terkesan: berpikir cepat, umpan yang akurat, pemilihan posisi yang cermat, dan daya tahan yang hebat. Dalam setahun, Schweinsteiger menjelma jadi pemain tengah paling lengkap di dunia.

Penampilan Bayern mulai memanas sejak Desember. Bermain di posisi yang baru, Schweinsteiger memegang peran penting menghubungkan lini belakang dan depan. Saat bergerak ke depan, dia menjadi aristek serangan Bayern, mengambil alih tugas Philipp Lahm, yang biasanya selalu memimpin tim dalam hal mengumpan dan menerima bola. Kemampuan teknik Schweinsteiger di tengah lapangan menjadikan Bayern dengan leluasa melancarkan serangan lewat sektor sayap.

Seiring kemajuan yang dialami Schweinsteiger, Bayern dengan cepat mengemuka di Eropa. Pasukan Van Gaal mencatat 500 umpan akurat per partai Bundesliga dengan tingkat kesuksesan hingga 80 persen. Di Liga Champions, hanya Barcelona yang memiliki penguasaan bola lebih tinggi. Dominasi Bayern ditandai dengan datangnya gelar Bundesliga dan DFB Pokal, begitu jugarunner-up Liga Champions.

Menjadi jantung permainan Bayern mungkin sebuah beban tersendiri bagi Schweinsteiger, tapi Piala Dunia menyajikan tantangan yang lebih tinggi. Setelah Michael Ballack absen akibat cedera engkel, Schweini diandalkan sebagai pengganti di atas lapangan sekaligus wakil kapten timnas Jerman. Berposisi mirip seperti yang dimainkannya di klub, Schweinsteiger tetap mengemuka. Kerja kerasnya membantu pertahanan memudahkan tugas Per Mertesacker dan dia mampu mengamankan wilayah pertahanannya. Kecepatan Schweinsteiger dianggap sebagai berkah terselubung karena Ballack dianggap bermain dengan tempo lebih lambat.

Penampilan cemerlang Schweinsteiger muncul ketika Jerman mengempaskan Argentina 4-0 pada babak delapan besar. Satu umpannya dimanfaatkan Thomas Mueller untuk membuka keunggulan, sedangkan aksinya melewati hadangan tiga pemain lawan memudahkan Arne Friedrich turut menyumbangkan gol. Gol terakhir Miroslav Klose juga tak lepas dari kerja kerasnya. Selain itu, Schweini juga mampu mengawal pergerakan Lionel Messi tanpa harus mengantungi kartu kuning.

Sayangnya, Schweinsteiger tak mampu tampil sama bagusnya ketika menghadapi Spanyol di semi-final. Terlalu banyak pemain lawan yang menguasai lini tengah dan dia tak memperoleh dukungan yang optimal. Sami Khedira kewalahan membendung kemampuan teknis para pemain Spanyol dan Mesut Oezil kelelahan. Hasilnya, Jerman harus menyerah kalah 1-0. Apapun, turnamen berakhir baik bagi Schweinsteiger karena Jerman menempati peringkat ketiga usai mengalahkan Uruguay. Namanya pun masuk ke dalam susunan Tim Terbaik Piala Dunia.

Masih berusia 26 tahun, Schweinsteiger memasuki musim 2010/11 dengan berada di puncak karier. Dia mungkin belum pernah menjuarai Liga Champions atau turnamen besar bersama Jerman, tapi ingat Xavi belum pernah tampil di final kejuaraan manapun sampai berusia 28 tahun. Masih ada waktu beberapa tahun lagi bagi Schweinsteiger untuk menjadi legenda baru Jerman.

Iklan

silahkan komen gratis!

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s